sejuta kepingan air mata ibu
tertumpah tuah setiap tetes air matamu ibu
membuatku takut tuk berfikir jauh darimu
ingin ku raih bintang tuk membalas jasamu yang mulia
ingin ku daki gunung yang paling tinggi tuk mencoba rasakan jerih payahmu selama kau mengandungku
tapi apa daya upayaku untukmu ….
tak dapat semua itu kulakukan ,
karena pengorbananmu yang begitu besar
hanya engkau ibu ….
hanya engkaulah pemberi karunia
Tumpahkan kecintaan kalian untuk bunda
Bunda termulia….
Jiwaku rela berkorban tuk bahagiamu.
Kau tanggung derita demi derita saat mengandungku.
Dua tahun lamanya kau tumbuhkan dagingku dengan air susu kesucian.
Kau kokohkan tulangku dengan air susu ketabahan.
Kau alirkan darahku dengan air susu kegigihan.
Kau hidupkan harapanku dengan keteguhan imanmu.
Kau bangun masa depanku dengan untai doamu.
Tuhan mengasihi setiap tetes airmatamu.
Tuhan memberkati tiap keringat dari tubuhmu.
ibu
kau tampak pucat dan lelah
namun kau tetap tegar
tetesan keringat kecil
basahi tubuh mu
namun kau tetap sabar
tutur sapa mu yang lembut
tak kan bisa q lupakan
besar nya kasih sayang kau berikan
melebihi mentari di angkasa
begitu tinggi bintang di langit
tak kan mampu membalas cinta dan sayang mu
ke pada ku,
kau bagai khan cahaya yang menyinari q
dari kau mengandung ku,hingga ku meninggal nanti
Teruntukmu Bunda
berucap mesra,melesap penjuru rongga
melesat ketubuh dekil kecil yang dingin
: “jaga dirimu nak,kelak kau yang mendidik dunia”
suaramu menghardik penuh amanah
dengan keluh lidahmu melatinkannya
juga bibirmu tanpak lelah melantunkan do\’a-do\’a
matamu berkaca-kaca dengan setitik hujan yang singgah
basah dalam sepenggal do\’a
terakhir itu pula matamu menutup jendela usia
“JUBAIDAH BINTI SHALEH” tergores namamu pada batu nisan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar